Tuesday, August 04, 2026

Don't Judge a Book by it's Cover

Jadwal kerja hari ini sore, saat teman-teman di back office sedang berjuang melawan kantuk sambil berharap waktu pulang segera tiba, aku datang dengan semangat menyala...., pastilah setelah badan tersiram air dan wajah diterpa angin yang menembus sela jendela angkot, segar rasanya. Serah terima pekerjaan selesai sudah, teman-teman shift pagi berjalan pulang sambil senyum ceria, seolah terbebas dari sebuah derita, padahal kan belum usai ha..ha..ha..

Ada beberapa tamu yang datang, ada yang datang sekedar tanya-tanya tarif kamar, ada yang datang lihat-lihat kamar tapi gak menginap, ada juga yang datang lihat fasilitas gak nanya harga langsung menginap.

Selepas magrib tidak ada tamu yang datang, saatnya mengerjakan admin supaya saat closing nanti bisa serah terima lebih cepat. Menjelang akhir shift, datang seorang tamu, berjalan sedikit oleng dengan pakaian agak lusuh. Sambil menggendong ransel mendekati front office. Pandangannya gak fokus, lebih banyak menghindar kontak mata...., 

"Ada kamar kosong mas?" tanyanya

"Ada" jawabku

"Mau type kamar yang mana pak?" tanyaku lagi

"Bebas, yang penting gak berisik, bisa enak tidur" jawabnya

Malam itu gak begitu ramai, aku pilihkan kamar yang agak kebelakang supaya lebih senyap. Ia langsung setuju tanpa tanya tarif kamar. Tarif tetap aku jelaskan di awal supaya gak ada salah pengertian di akhir nanti dan ia langsung membayar untuk satu malam. 

Agak kaget sih, dengan penampilan yang kurang meyakinkan, dia gak banyak tanya soal tarif, gak tanya soal diskon, langsung bayar full satu malam. Mayoritas tamu hanya membayar uang muka saja, penyelesaian di akhir masa menginap. Ya...., aku salah menilai orang. 


Gimana...., ada yang punya pengalaman sama, salah menilai orang?

Tulis di kolom komentar ya, trimakasih

Saturday, August 01, 2026

Pekerja Akhir Pekan

Gak pernah terbayang sebelumnya akan bekerja di hotel, operasional hotel. Yang pasti jam kerja dan hari kerja gak sama kayak kantoran. Hari libur yang gak tetap, jam kerja yang dibagi tiga shift dan setiap shift punya tantangannya masing²....., selamat datang di dunia tidak menentu ha..ha..ha..

Hari pertama...., melihat, memperhatikan, menganalisa, mengidentifikasi, latihan mengerjakan tugas, on the job training, learning by doing, masa orientasi lah pokoknya. Kerja ini kerja itu, gak terasa hari pertama berlalu, shift satu terlewati.

Hari kedua....., sudah mulai belajar melayani tamu yang datang. Senyum, salam, sapa, bagaimanapun suasana hati kita, tetap senyum dan ramah menyambut pelanggan. Produk layanan, fasilitas, tarif, program marketing semua harus sudah di luar kepala, jadi saat pelanggan datang kita bisa jelaskan dengan lancar dan detail. Sebagian tugas marketing ada di front office. Ya....., ujung tombak istilahnya...., gak papa yang penting bukan ujung tombok, ha..ha..ha.. Semoga hari berikutnya lebih lancar.


Ada yang pernah kerja di hotel...? Yuk comment buat sharing pengalaman kalian, terimakasih

Thursday, July 30, 2026

Akhir Yang Menjadi Awal

Hari itu saya sedang duduk di teras sambil membaca koran, cari-cari iklan lowongan kerja, sudah gak berpikir lagi sesuai background pendidikan atau tidak, yang penting pas baca sreg di hati langsung buat lamaran dan kirim. Kondisi krisis seperti ini kalau ada peluang ambil saja.

Menjelang siang telpon berbunyi, saat ku angkat ternyata sebuah panggilan interview dari sebuah hotel. Ya sudah di iya kan saja, urusan lain² belakangan, ha..ha..ha. Interview masih dua hari lagi, masih ada waktu untuk cari referensi tentang perhotelan. Minimal gak buta- buta amat soal perhotelan.

Hari interview pun tiba, ada beberapa kandidat yang datang. Gak terlalu banyak berharap, yang jelas berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan baik. Beberapa hari berlalu belum ada kabar, sepertinya sudah tidak bisa diharapkan lagi. Ada panggilan intervieuw juga dari perusahaan yang lain, jalani saja.

Sore hari telpon berdering, saat ku angkat ternyata panggilan ke dua dari hotel, semoga kabar baik. Interview ke dua, sudah mengarah ke penerimaan, penempatan dan nego gaji. Cenderung gak ada nego sih sebetulnya, apa yang ditawarkan langsung kuterima. Akhirnya diterima di Front Office dan bisa langsung mulai bekerja esok harinya. Masa penantian pun berakhir, besok aku akan memulai sesuatu yang baru. 

Monday, April 27, 2026

Konsekuensi Sebuah Pilihan

Mulai dari awal lagi, ya hari ini saya memulai sesuatu yang baru. Setelah lulus pelatihan, surat ijin pun keluar dan sudah boleh mulai memandu wisatawan di lingkup nasional. Selain mendaftar di dinas pariwisata, saya juga datang ke beberapa travel agent untuk menawarkan jasa sebagai pemandu freelance. Sering juga datang ke kantor perhimpunan pemandu, siapa tau ada yang membutuhkan. Ternyata bagi pemandu baru, dibutuhkan perjuangan ekstra untuk bisa mendapatkan pekerjaan, karena lebih banyak wisatawan memilih yang sudah berpengalaman. Beruntung ada seorang teman senior yang mau tandem untuk berbagi pengalaman, ya selain ilmu, minimal ada sedikit pemasukan.

Beberapa bulan berselang, terjadi peristiwa kerusuhan, ya kerusuhan 1998, menyusul kemudian krisis moneter, di kondisi seperti ini tidak ada yang mau bepergian untuk wisata. Belum banyak trip yang didapat terpaksa harus berhenti. Tak terpikir untuk kembali ke pekerjaan sebelumnya, yang terpikir hanya mencari peluang baru. Semoga masih ada peluang-peluang di kondisi krisis.

Sunday, April 12, 2026

Peluang Baru

Sudah tiga bulan saya bekerja di perusahaan keluarga ini, lamaran-lamaran yang terdahulu belum ada satupun yang memberi tanggapan. Ya sudah jalani saja, sambil mengirim lamaran baru siapa tau ada yang lolos, minimal panggilan interview lah. 

Suatu hari saya ijin dari pekerjaan untuk mengurus legalisir ijazah di kampus. Tak sengaja di kampus bertemu kakak kelas yang jadi guide, dia bilang ada kesempatan untuk mendapatkan lisensi guide nasional. Saya tertarik dan setelah selesai urusan di kampus langsung datang ke Dinas Pariwisata. Ternyata, ada pre test dan jika lulus ada pelatihan, saya lupa berapa hari yang jelas lebih dari satu hari. Jadwal pre test masih minggu depan, masih ada kesempatan tanya-tanya materi ke kakak kelas. 

Esok harinya saya datang lebih awal ke tempat kerja supaya bisa ketemu owner untuk meminta ijin, jika lulus pre test maka terpaksa mundur. Ya tahu dirilah, orang baru kok mau cuti berhari-hari. Setelah bertemu, ternyata owner memberi kebebasan, kalau cuman pre test bisa ijin seharian, kalau lulus ya lanjut kalau gak lulus ya boleh balik kerja lagi. Kalau setelah pelatihan ternyata gagal dapat lisensi, juga boleh balik kerja lagi.

Saat test pun tiba, banyak juga peserta yang datang, gak tau juga berapa jumlahnya, test berlangsung setengah hari. Tiga hari kemudian hasil test keluar, saat istirahat siang saya datang ke kantor Dinas Pariwisata. Hasilnya saya lulus untuk ikut pelatihan. Akhirnya saya mengundurkan diri dari tempat kerja. Berharap semoga peluang ini lebih baik.

Wednesday, April 08, 2026

Pendekatan Personal

Pagi itu, bahan- bahan tas sesuai model sudah masuk di mobil dan siap kirim ke konveksi. Mobil dipanaskan sambil menyiapkan surat jalan. Saat minta tanda tangan surat jalan, owner bilang mau ikut ke konveksi. 


Tidak lama kemudian owner siap dan kami berangkat ke konveksi. Sambil jalan sebetulnya penasaran juga kenapa kok beliau mau ikut, tapi ya gak berani tanya. Tidak ada obrolan penting selama berangkat, ya obrolan basa basi saja. Sebelum sampai tujuan kami mampir ke toko kue, ada dua box kue yang dibeli. 


Sesampainya ditujuan, owner langsung turun dan masuk ke ruang jahit dengan membawa dua box kue yang tadi dibeli. Saat menurunkan bahan tas, saya liat beliau serahkan box kue ke leader dan menyapa para tukang jahit sambil mengingatkan supaya jahitan selalu rapi. Setelah itu barulah naik ke ruang owner konveksi.


Setelah menurunkan bahan tas dan menaikan tas yang sudah selesai dijahit, saya duduk diluar menunggu pak bos selesai. Gak lama bos keluar dan kami pun pulang. Dalam perjalanan pulang beliau cerita, setiap bulan pasti menyempatkan datang ke konveksi dan selalu mengingatkan tukang jahit supaya bekerja sebaik mungkin. Beliau bilang cara ini cukup baik untuk mengurangi hasil jahitan yang tidak sesuai. Jadi bisa langsung dikemas dan dikirim ke penjual.


Ya..., saya pikir beliau bisa saja komplain kalau ada jahitan  yang tidak sesuai, tapi itu tidak dilakukan, pendekatan personal yang dipilih sebagai solusi.


Apakah ini bisa dilakukan di jaman serba digital seperti sekarang....?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya, trimakasih

Tuesday, April 07, 2026

Ambil Kesempatan

Hari ini hari pertama saya bekerja, jam 7.30 sudah sampai di tempat kerja, karyawan lain pun sudah datang, setelah basa basi sebentar, saya menemui owner. Beberapa saat kemudian owner memperkenalkan saya kepada semua karyawan, gak banyak sih 5 orang saja. Ya, perusahaan kecil, owner masih turun langsung ke operasional.

Awal kerja, masih pengenalan, harus belajar semua dari awal sampai akhir proses produksi. Perusahaan ini membuat tas berbagai model, semua karyawan harus tahu semua proses produksi.

Di hari kedua barulah saya mengerjakan tugas utama, pagi hari mengantarkan bahan yang sudah dipotong ke konveksi sekalian mengambil tas yang sudah jadi. Setelah kembali kemudian memeriksa hasil jahitan satu persatu dan merapikannya di gudang. 

Sebenarnya apa yang dikerjakan sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang dipelajari di perkuliahan, tetapi kesempatan pertama yang datang ini ya ambil saja.

Teman-teman...., siapa yang pertama kerja bisa langsung sesuai dengan disiplin ilmunya....?

Tulis di comment ya..... 😀

Don't Judge a Book by it's Cover

Jadwal kerja hari ini sore, saat teman-teman di back office sedang berjuang melawan kantuk sambil berharap waktu pulang segera tiba, aku dat...