Tuesday, September 22, 2026

Perjalanan ke Baduy (bagian 1)

Istirahat siang ini aku makan di kantin karyawan. Saat seperti ini adalah waktu untuk ngobrol dengan teman lintas departemen. Oh ya, aku sudah pindah kerja, tak lagi di hotel. Aku mendapat kesempatan bekerja di perusahaan manufaktur di Serang. Perusahaan menyiapkan makan agar karyawan tidak keluar, walaupun masih boleh untuk yang ingin cari alternatif lain.

Ada seribuan karyawan disini, kalau diperhatikan, setiap siang mereka akan makan dimeja yang sama dengan teman yang sama juga. Sementara aku, sering kali berpindah meja agar dapat banyak teman. Kebetulan hari ini aku dapat teman yang se frekwensi, ya punya hobi yang sama, traveling. Kami sharing pengalaman masing-masing sampai akhirnya sepakat untuk traveling bareng. Setelah menawarkan ke beberapa teman akhirnya terkumpul delapan orang yang mau bergabung. Kami memilih untuk pergi ke Baduy Dalam.

Hari yang ditentukan pun tiba, kami berkumpul di halaman kantor. Pagi-pagi sekali kami sudah tiba, bahkan lebih pagi di banding hari kerja. Jam 7 kami berangkat dari kantor menuju Rangkasbitung menggunakan kendaraan umum. Setelah satu jam perjalanan kami tiba di Terminal Rangkasbitung kemudian berpindah angkutan kota menuju Terminal Aweuh. Di Terminal Aweuh kami berganti kendaraan, menggunakan elf kami melanjutkan perjalanan menuju terminal Ciboleger, terminal terakhir untuk menuju ke Baduy.

Setelah kurang lebih dua jam perjalanan sampailah kami di Ciboleger, terminal terakhir sebelum masuk ke kawasan Baduy. Kami beristirahat sebentar untuk meregangkan kaki yang kaku akibat duduk lama. Setelah beberapa menit beristirahat kami meneruskan perjalanan, tidak ada alat transportasi menuju Baduy, hanya jalan kaki yang bisa dilakukan, jadi treking baru saja dimulai, ha..ha..ha..


Segini dulu ya..., lanjut nanti ke bagian 2, makanya ikuti profil saya biar gak ketinggalan cerita.

Saturday, August 29, 2026

Misteri Hingga Kini

Cerita hari ini bukan soal kerja, sebuah kisah dari masa kecilku yang masih bisa diingat sampai hari ini. Kapan tepatnya sih sudah lupa, yang kuingat, rumah saat itu belum direnovasi. Masih rumah klasik bin tua, rumah panggung dengan dinding bilik bambu dan lantai papan yang tersusun rapi, menyisakan celah diantaranya. Saat panas matahari siang menerpa dinding dan mengalirkan udara panas melalui celah bilik bambu, perlahan udara sejuk menembus celah lantai papan menyapu dari bawah kolong menyisakan udara sejuk di dalam rumah.

Malam menjelang, mata terasa berat namun pekerjaan rumah menanti, harus selesai sekarang. Tersisa beberapa soal, walau sesekali terpejam tetap berusaha menyelesaikan. Saat soal terakhir selesai ku letakkan buku dan ballpoint dimeja, tak kuasa lagi beres-beres, kuhempaskan saja badan ke kasur. Tak perlu waktu lama, aku tertidur.

Tiba-tiba aku terbangun, entah jam berapa, yang jelas sudah lewat tengah malam. Dan anehnya, kamar gelap padahal sebelum tidur lampu tak dimatikan. Saat akan bangun untuk memeriksa lampu aku terkejut, ada sosok wanita berambut panjang hampir sepinggang duduk diujung bed membelakangiku dan aku yakin bukan ibu, karena rambut ibu pendek. Aku berusaha bangun tapi tak bisa, sekujur tubuhku terasa kaku, hanya leher yang bisa ku gerakkan. Mencoba memanggil ibu tapi mulutku tak mampu bersuara, akhirnya aku pejamkan mata, berdoa, berdoa dan berdoa sampai akhirnya tertidur kembali.

Pagi itu aku terbangun karena suara ibu memanggil, bergegas mandi kemudian sarapan. Barulah kuceritakan kejadian semalam. Tapi apa kata ibu.....,

"Aah mimpi kali, atau sebelum tidur kamu gak berdoa."

"Sudah sana berangkat, nanti terlambat"

Sambil berangkat sekolah, coba mengingat kembali dan aku yakin bukan mimpi, cuma bertanya-tanya dalam hati...., apa, siapa, bagaimana bisa ada disitu...??


Apakah kalian punya pengalaman yang sama?

Tulis di komen ya...., trims

Sunday, August 23, 2026

Penyesuaian Keatas

Hotel sepi malam itu, tak banyak tamu yang datang, sesekali saja orang datang bertanya tanpa menginap. Pekerjaan administrasi sudah selesai, tinggal menunggu pagi untuk audit penutup hari. 

Karena sepi, menjelang subuh setelah pekerjaan selesai, teman-teman room boy, kitchen, housekeeping berkumpul di front office, ngobrol menahan kantuk sambil menunggu shift malam berakhir.

Pagi hampir tiba, sesaat hendak mengerjakan audit, tiba-tiba datang dua orang tamu. Teman-teman bergegas kembali ke pos nya masing-masing.

"Selamat pagi, selamat datang di hotel kami" aku menyapa

"Pagi mas, masih ada kamar kosong?" tanya nya

"Masih" jawabku

"Ada beberapa type kamar, silakan bapak bisa lihat di katalog, atau kalau mau lihat ke kamar juga boleh" jelasku lagi

"Oh, boleh mas, kami lihat kamarnya langsung saja"

"Baik pak, mari saya antar"

Mereka ambil dua kamar bersebelahan, room boy membantu membawakan koper dan barang ke kamar. Setelah selesai mengemasi barang dan menyelesaikan administrasi di front office, bergegas berangkat ke tempat yang mereka tuju. Ternyata mereka sedang melakukan perjalanan dinas, pagi ini ada janji dengan klien jadi langsung berangkat. 

Aku melanjutkan kerjaku, audit penutup hari. Sementara bekerja, teman-teman shift pagi sudah mulai berdatangan. Audit penutup selesai, lanjut serah terima dengan shift pagi, karena tersisa sepuluh menit saja shift malam berakhir. Selesai sudah, pekerjaan lancar tanpa kendala, aku pulang dan bisa menikmati libur, kebetulan pas dapat extra off jadi bisa dua hari penyegaran ha..ha..ha.. 

Tak terasa dua hari terlewati begitu saja, pagi itu aku berangkat kerja dengan penuh semangat, maklum habis libur. Sampai ditempat kerja tiga puluh menit lebih awal, teman-teman shift malam cerita kalau tamu yang kuterima dua hari kemarin rewel. Mereka minta tarif kamar disesuaikan dengan tarif yang didapat dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kamar yang diambil tarifnya lebih rendah dari jatah yang diberikan perusahaan. Staff FO tidak bisa menuliskan tarif berbeda di nota pembayaran, kemudian mereka meminta nota kosong, itu juga tidak bisa dilakukan karena semua nota sudah dicetak bernomor seri, kalau ada yang terlewat pasti akan dilacak dan Staff FO bisa kena sanksi. Terjadi perdebatan sebentar walaupun akhirnya mereka terima dengan rasa kesal.

Terlepas diluar mereka membuat nota sendiri atau tidak, yang penting kami bekerja benar. 


Model-model begini nih namanya penyesuaian katanya...., ada yang punya pengalaman serupa gak...?

Komen ya..... 


Tuesday, August 04, 2026

Don't Judge a Book by it's Cover

Jadwal kerja hari ini sore, saat teman-teman di back office sedang berjuang melawan kantuk sambil berharap waktu pulang segera tiba, aku datang dengan semangat menyala...., pastilah setelah badan tersiram air dan wajah diterpa angin yang menembus sela jendela angkot, segar rasanya. Serah terima pekerjaan selesai sudah, teman-teman shift pagi berjalan pulang sambil senyum ceria, seolah terbebas dari sebuah derita, padahal kan belum usai ha..ha..ha..

Ada beberapa tamu yang datang, ada yang datang sekedar tanya-tanya tarif kamar, ada yang datang lihat-lihat kamar tapi gak menginap, ada juga yang datang lihat fasilitas gak nanya harga langsung menginap.

Selepas magrib tidak ada tamu yang datang, saatnya mengerjakan admin supaya saat closing nanti bisa serah terima lebih cepat. Menjelang akhir shift, datang seorang tamu, berjalan sedikit oleng dengan pakaian agak lusuh. Sambil menggendong ransel mendekati front office. Pandangannya gak fokus, lebih banyak menghindar kontak mata...., 

"Ada kamar kosong mas?" tanyanya

"Ada" jawabku

"Mau type kamar yang mana pak?" tanyaku lagi

"Bebas, yang penting gak berisik, bisa enak tidur" jawabnya

Malam itu gak begitu ramai, aku pilihkan kamar yang agak kebelakang supaya lebih senyap. Ia langsung setuju tanpa tanya tarif kamar. Tarif tetap aku jelaskan di awal supaya gak ada salah pengertian di akhir nanti dan ia langsung membayar untuk satu malam. 

Agak kaget sih, dengan penampilan yang kurang meyakinkan, dia gak banyak tanya soal tarif, gak tanya soal diskon, langsung bayar full satu malam. Mayoritas tamu hanya membayar uang muka saja, penyelesaian di akhir masa menginap. Ya...., aku salah menilai orang. 


Gimana...., ada yang punya pengalaman sama, salah menilai orang?

Tulis di kolom komentar ya, trimakasih

Saturday, August 01, 2026

Pekerja Akhir Pekan

Gak pernah terbayang sebelumnya akan bekerja di hotel, operasional hotel. Yang pasti jam kerja dan hari kerja gak sama kayak kantoran. Hari libur yang gak tetap, jam kerja yang dibagi tiga shift dan setiap shift punya tantangannya masing²....., selamat datang di dunia tidak menentu ha..ha..ha..

Hari pertama...., melihat, memperhatikan, menganalisa, mengidentifikasi, latihan mengerjakan tugas, on the job training, learning by doing, masa orientasi lah pokoknya. Kerja ini kerja itu, gak terasa hari pertama berlalu, shift satu terlewati.

Hari kedua....., sudah mulai belajar melayani tamu yang datang. Senyum, salam, sapa, bagaimanapun suasana hati kita, tetap senyum dan ramah menyambut pelanggan. Produk layanan, fasilitas, tarif, program marketing semua harus sudah di luar kepala, jadi saat pelanggan datang kita bisa jelaskan dengan lancar dan detail. Sebagian tugas marketing ada di front office. Ya....., ujung tombak istilahnya...., gak papa yang penting bukan ujung tombok, ha..ha..ha.. Semoga hari berikutnya lebih lancar.


Ada yang pernah kerja di hotel...? Yuk comment buat sharing pengalaman kalian, terimakasih

Thursday, July 30, 2026

Akhir Yang Menjadi Awal

Hari itu saya sedang duduk di teras sambil membaca koran, cari-cari iklan lowongan kerja, sudah gak berpikir lagi sesuai background pendidikan atau tidak, yang penting pas baca sreg di hati langsung buat lamaran dan kirim. Kondisi krisis seperti ini kalau ada peluang ambil saja.

Menjelang siang telpon berbunyi, saat ku angkat ternyata sebuah panggilan interview dari sebuah hotel. Ya sudah di iya kan saja, urusan lain² belakangan, ha..ha..ha. Interview masih dua hari lagi, masih ada waktu untuk cari referensi tentang perhotelan. Minimal gak buta- buta amat soal perhotelan.

Hari interview pun tiba, ada beberapa kandidat yang datang. Gak terlalu banyak berharap, yang jelas berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan baik. Beberapa hari berlalu belum ada kabar, sepertinya sudah tidak bisa diharapkan lagi. Ada panggilan intervieuw juga dari perusahaan yang lain, jalani saja.

Sore hari telpon berdering, saat ku angkat ternyata panggilan ke dua dari hotel, semoga kabar baik. Interview ke dua, sudah mengarah ke penerimaan, penempatan dan nego gaji. Cenderung gak ada nego sih sebetulnya, apa yang ditawarkan langsung kuterima. Akhirnya diterima di Front Office dan bisa langsung mulai bekerja esok harinya. Masa penantian pun berakhir, besok aku akan memulai sesuatu yang baru. 

Monday, April 27, 2026

Konsekuensi Sebuah Pilihan

Mulai dari awal lagi, ya hari ini saya memulai sesuatu yang baru. Setelah lulus pelatihan, surat ijin pun keluar dan sudah boleh mulai memandu wisatawan di lingkup nasional. Selain mendaftar di dinas pariwisata, saya juga datang ke beberapa travel agent untuk menawarkan jasa sebagai pemandu freelance. Sering juga datang ke kantor perhimpunan pemandu, siapa tau ada yang membutuhkan. Ternyata bagi pemandu baru, dibutuhkan perjuangan ekstra untuk bisa mendapatkan pekerjaan, karena lebih banyak wisatawan memilih yang sudah berpengalaman. Beruntung ada seorang teman senior yang mau tandem untuk berbagi pengalaman, ya selain ilmu, minimal ada sedikit pemasukan.

Beberapa bulan berselang, terjadi peristiwa kerusuhan, ya kerusuhan 1998, menyusul kemudian krisis moneter, di kondisi seperti ini tidak ada yang mau bepergian untuk wisata. Belum banyak trip yang didapat terpaksa harus berhenti. Tak terpikir untuk kembali ke pekerjaan sebelumnya, yang terpikir hanya mencari peluang baru. Semoga masih ada peluang-peluang di kondisi krisis.

Perjalanan ke Baduy (bagian 1)

Istirahat siang ini aku makan di kantin karyawan. Saat seperti ini adalah waktu untuk ngobrol dengan teman lintas departemen. Oh ya, aku sud...