Monday, April 27, 2026

Konsekuensi Sebuah Pilihan

Mulai dari awal lagi, ya hari ini saya memulai sesuatu yang baru. Setelah lulus pelatihan, surat ijin pun keluar dan sudah boleh mulai memandu wisatawan di lingkup nasional. Selain mendaftar di dinas pariwisata, saya juga datang ke beberapa travel agent untuk menawarkan jasa sebagai pemandu freelance. Sering juga datang ke kantor perhimpunan pemandu, siapa tau ada yang membutuhkan. Ternyata bagi pemandu baru, dibutuhkan perjuangan ekstra untuk bisa mendapatkan pekerjaan, karena lebih banyak wisatawan memilih yang sudah berpengalaman. Beruntung ada seorang teman senior yang mau tandem untuk berbagi pengalaman, ya selain ilmu, minimal ada sedikit pemasukan.

Beberapa bulan berselang, terjadi peristiwa kerusuhan, ya kerusuhan 1998, menyusul kemudian krisis moneter, di kondisi seperti ini tidak ada yang mau bepergian untuk wisata. Belum banyak trip yang didapat terpaksa harus berhenti. Tak terpikir untuk kembali ke pekerjaan sebelumnya, yang terpikir hanya mencari peluang baru. Semoga masih ada peluang-peluang di kondisi krisis.

Sunday, April 12, 2026

Peluang Baru

Sudah tiga bulan saya bekerja di perusahaan keluarga ini, lamaran-lamaran yang terdahulu belum ada satupun yang memberi tanggapan. Ya sudah jalani saja, sambil mengirim lamaran baru siapa tau ada yang lolos, minimal panggilan interview lah. 

Suatu hari saya ijin dari pekerjaan untuk mengurus legalisir ijazah di kampus. Tak sengaja di kampus bertemu kakak kelas yang jadi guide, dia bilang ada kesempatan untuk mendapatkan lisensi guide nasional. Saya tertarik dan setelah selesai urusan di kampus langsung datang ke Dinas Pariwisata. Ternyata, ada pre test dan jika lulus ada pelatihan, saya lupa berapa hari yang jelas lebih dari satu hari. Jadwal pre test masih minggu depan, masih ada kesempatan tanya-tanya materi ke kakak kelas. 

Esok harinya saya datang lebih awal ke tempat kerja supaya bisa ketemu owner untuk meminta ijin, jika lulus pre test maka terpaksa mundur. Ya tahu dirilah, orang baru kok mau cuti berhari-hari. Setelah bertemu, ternyata owner memberi kebebasan, kalau cuman pre test bisa ijin seharian, kalau lulus ya lanjut kalau gak lulus ya boleh balik kerja lagi. Kalau setelah pelatihan ternyata gagal dapat lisensi, juga boleh balik kerja lagi.

Saat test pun tiba, banyak juga peserta yang datang, gak tau juga berapa jumlahnya, test berlangsung setengah hari. Tiga hari kemudian hasil test keluar, saat istirahat siang saya datang ke kantor Dinas Pariwisata. Hasilnya saya lulus untuk ikut pelatihan. Akhirnya saya mengundurkan diri dari tempat kerja. Berharap semoga peluang ini lebih baik.

Wednesday, April 08, 2026

Pendekatan Personal

Pagi itu, bahan- bahan tas sesuai model sudah masuk di mobil dan siap kirim ke konveksi. Mobil dipanaskan sambil menyiapkan surat jalan. Saat minta tanda tangan surat jalan, owner bilang mau ikut ke konveksi. 


Tidak lama kemudian owner siap dan kami berangkat ke konveksi. Sambil jalan sebetulnya penasaran juga kenapa kok beliau mau ikut, tapi ya gak berani tanya. Tidak ada obrolan penting selama berangkat, ya obrolan basa basi saja. Sebelum sampai tujuan kami mampir ke toko kue, ada dua box kue yang dibeli. 


Sesampainya ditujuan, owner langsung turun dan masuk ke ruang jahit dengan membawa dua box kue yang tadi dibeli. Saat menurunkan bahan tas, saya liat beliau serahkan box kue ke leader dan menyapa para tukang jahit sambil mengingatkan supaya jahitan selalu rapi. Setelah itu barulah naik ke ruang owner konveksi.


Setelah menurunkan bahan tas dan menaikan tas yang sudah selesai dijahit, saya duduk diluar menunggu pak bos selesai. Gak lama bos keluar dan kami pun pulang. Dalam perjalanan pulang beliau cerita, setiap bulan pasti menyempatkan datang ke konveksi dan selalu mengingatkan tukang jahit supaya bekerja sebaik mungkin. Beliau bilang cara ini cukup baik untuk mengurangi hasil jahitan yang tidak sesuai. Jadi bisa langsung dikemas dan dikirim ke penjual.


Ya..., saya pikir beliau bisa saja komplain kalau ada jahitan  yang tidak sesuai, tapi itu tidak dilakukan, pendekatan personal yang dipilih sebagai solusi.


Apakah ini bisa dilakukan di jaman serba digital seperti sekarang....?

Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya, trimakasih

Tuesday, April 07, 2026

Ambil Kesempatan

Hari ini hari pertama saya bekerja, jam 7.30 sudah sampai di tempat kerja, karyawan lain pun sudah datang, setelah basa basi sebentar, saya menemui owner. Beberapa saat kemudian owner memperkenalkan saya kepada semua karyawan, gak banyak sih 5 orang saja. Ya, perusahaan kecil, owner masih turun langsung ke operasional.

Awal kerja, masih pengenalan, harus belajar semua dari awal sampai akhir proses produksi. Perusahaan ini membuat tas berbagai model, semua karyawan harus tahu semua proses produksi.

Di hari kedua barulah saya mengerjakan tugas utama, pagi hari mengantarkan bahan yang sudah dipotong ke konveksi sekalian mengambil tas yang sudah jadi. Setelah kembali kemudian memeriksa hasil jahitan satu persatu dan merapikannya di gudang. 

Sebenarnya apa yang dikerjakan sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang dipelajari di perkuliahan, tetapi kesempatan pertama yang datang ini ya ambil saja.

Teman-teman...., siapa yang pertama kerja bisa langsung sesuai dengan disiplin ilmunya....?

Tulis di comment ya..... 😀

Monday, April 06, 2026

Cara Tuhan Menolong

Saat itu saya baru saja lulus kuliah. Saya siapkan banyak lamaran, saya kirim ke perusahaan-perusahaan yang saya tahu, ada atau tidak ada lowongan, siapa tau ada yang "nyangkut". 

Sudah beberapa bulan belum ada feedback dari lamaran yang dikirim. Masih ada sedikit kegiatan diluar, tetapi sudah lebih banyak dirumah. Suatu hari ada seorang teman bapak berkunjung ke rumah untuk suatu keperluan. Hari itu saya ada dirumah dan kebetulan sedang di teras saat teman bapak datang. 

"Siang dik, bapak ada? " tanyanya 
"Siang Pak, ada, sebentar saya panggilkan" jawab saya 
"Lagi gak kuliah dik, kok ada dirumah...? tanyanya lagi 
"Enggak om, sudah lulus kuliahnya" jawab saya sambil jalan masuk ke rumah untuk panggil bapak. 

Malam itu saya sedang menonton TV, bapak datang dan duduk ikut menonton, gak lama bapak bicara, 
"Dik, om yang tadi siang datang itu punya usaha, om nawarin kalau kamu mau, boleh kerja di tempatnya, tapi ya namanya di perusahaan keluarga ya serabutan kerjanya." 
Gak banyak mikir saya langsung jawab mau, gak peduli lagi ijazah, yang penting kerja dulu.

Besok paginya saya datang ke rumahnya dan langsung diterima kerja. Ya...., saya gak pernah tanya urusan apa teman bapak itu datang ke rumah, tapi saya yakin ini cara Tuhan menolong saya.


Mungkin ada yang punya cerita sama atau mirip² boleh share di comment ya

Konsekuensi Sebuah Pilihan

Mulai dari awal lagi, ya hari ini saya memulai sesuatu yang baru. Setelah lulus pelatihan, surat ijin pun keluar dan sudah boleh mulai meman...