Hotel sepi malam itu, tak banyak tamu yang datang, sesekali saja orang datang bertanya tanpa menginap. Pekerjaan administrasi sudah selesai, tinggal menunggu pagi untuk audit penutup hari.
Karena sepi, menjelang subuh setelah pekerjaan selesai, teman-teman room boy, kitchen, housekeeping berkumpul di front office, ngobrol menahan kantuk sambil menunggu shift malam berakhir.
Pagi hampir tiba, sesaat hendak mengerjakan audit, tiba-tiba datang dua orang tamu. Teman-teman bergegas kembali ke pos nya masing-masing.
"Selamat pagi, selamat datang di hotel kami" aku menyapa
"Pagi mas, masih ada kamar kosong?" tanya nya
"Masih" jawabku
"Ada beberapa type kamar, silakan bapak bisa lihat di katalog, atau kalau mau lihat ke kamar juga boleh" jelasku lagi
"Oh, boleh mas, kami lihat kamarnya langsung saja"
"Baik pak, mari saya antar"
Mereka ambil dua kamar bersebelahan, room boy membantu membawakan koper dan barang ke kamar. Setelah selesai mengemasi barang dan menyelesaikan administrasi di front office, bergegas berangkat ke tempat yang mereka tuju. Ternyata mereka sedang melakukan perjalanan dinas, pagi ini ada janji dengan klien jadi langsung berangkat.
Aku melanjutkan kerjaku, audit penutup hari. Sementara bekerja, teman-teman shift pagi sudah mulai berdatangan. Audit penutup selesai, lanjut serah terima dengan shift pagi, karena tersisa sepuluh menit saja shift malam berakhir. Selesai sudah, pekerjaan lancar tanpa kendala, aku pulang dan bisa menikmati libur, kebetulan pas dapat extra off jadi bisa dua hari penyegaran ha..ha..ha..
Tak terasa dua hari terlewati begitu saja, pagi itu aku berangkat kerja dengan penuh semangat, maklum habis libur. Sampai ditempat kerja tiga puluh menit lebih awal, teman-teman shift malam cerita kalau tamu yang kuterima dua hari kemarin rewel. Mereka minta tarif kamar disesuaikan dengan tarif yang didapat dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kamar yang diambil tarifnya lebih rendah dari jatah yang diberikan perusahaan. Staff FO tidak bisa menuliskan tarif berbeda di nota pembayaran, kemudian mereka meminta nota kosong, itu juga tidak bisa dilakukan karena semua nota sudah dicetak bernomor seri, kalau ada yang terlewat pasti akan dilacak dan Staff FO bisa kena sanksi. Terjadi perdebatan sebentar walaupun akhirnya mereka terima dengan rasa kesal.
Terlepas diluar mereka membuat nota sendiri atau tidak, yang penting kami bekerja benar.
Model-model begini nih namanya penyesuaian katanya...., ada yang punya pengalaman serupa gak...?
Komen ya.....
No comments:
Post a Comment